Kementerian Kesehatan di Gaza pada hari Selasa lalu melaporkan bahwa Muhammad Zen Ismail Al-Farmawi, 15, tewas ketika Israel menembaki unjuk rasa Hari Tanah di dekat Bandara Internasional Yasser Arafat, Rafah, yang kini tidak lagi berfungsi.
Kala itu, militer Israel berulang kali membantah keterlibatan mereka.
Belakangan diketahui bahwa Al-Farmawi ada di antara 17 orang warga Palestina yang ditahan oleh pasukan Mesir. Dia ditangkap setelah memasuki wilayah Mesir di dekat perbatasan Rafah melalui salah satu terowongan bawah tanah Gaza. Para tahanan, 12 orang di antara mereka masih di bawah umur, dikirimkan pada pasukan keamanan di perbatasan pada hari Jumat. Mereka diinterogasi mengenai lokasi terowongan. Hasilnya, tiga buah terowongan ditutup, kata sumber keamanan Mesir.
Kerabat Al-Farmawi merasa amat senang karena ia tidak terluka dalam kekerasan tersebut, demikian kata koresponden kantor berita Ma’an dari Rafah.
Muawiya Hassanein, direktur layanan ambulan dan darurat Kementerian Kesehatan, mengatakan kepada kantor berita Ma’an bahwa setelah “upaya dan kontak besar-besaran” untuk memulangkan jasad sang anak, aparat menemukan bahwa nama Al-Farmawi ada di antara orang-orang yang ditahan.
Sebelumnya, bocah tersebut diduga tewas dalam bentrokan hari Selasa lalu, setelah seorang kru ambulan Palestina tidak diberikan izin untuk mengakses wilayah tersebut setelah mendengar laporan adanya berondongan tembakan, kata Hassanein pada waktu itu.
Hampir saja terjadi kekeliruan kedua hari iru, para penduduk setempat kala itu juga mengatakan kepada kantor berita Ma’an bahwa Al-Farmawi memang terbunuh, dan militer Israel tidak terlibat. Kematian tersebut adalah “masalah internal,” kata seorang penduduk setempat yang tidak bersedia menyebutkan namanya.
Sementara itu, staf medis Palestina menemukan jasad seorang anak muda Palestina lainnya, yang dinyatakan meninggal delapan hari sebelumnya. Jasad tersebut, yang ditemukan di Khuza’a, sebelah timur Khan Younis, diidentifikasi sebagai Jihad Ei’tah Ad-Dugmah, 23 oleh para dokter Rumah Sakit An-Nasser. Jasad tersebut ditemukan di dekat lokasi berntrokan di sepanjang pagar perbatasan Israel, sebelah selatan Gaza, yang menewaskan tiga orang warga Palestina dan dua penduduk Israel.
Brigade Jihad Islam Al-Quds mengatakan bahwa Ad-Dugmah adalah salah satu anggotanya. Ad-Dugmah dilaporkan menghilang di tengah pertempuran.
Hari Minggu lalu, pasukan Israel mengatakan kepada kantor berita Ma’an bahwa mereka menemukan jasad Suleiman Abu Arafat, seorang pejuang Jihad Islam lainnya yang tewas dalam peristiwa tersebut, yang juga melukai 2 prajurit Israel dan 10 warga Palestina. Jenazah abu Arafat diserahkan kepada paramedis Palestina, kata pihak Kementerian Kesehatan.
Di lain pihak, Israel menolak membebaskan dua orang tahanan Palestina meski mereka telah menyelesaikan masa hukuman, demikian kata Gerakan Populer Pendukung Tahanan pada hari Jumat.
Koordinator gerakan tersebut, Nashat Al-Waheidi, dalam sebuah pernyataan mengatakan, penjara Israel sebelumnya memberitahukan bahwa Raed Abu Myghseib akan dibebaskan setelah enam setengah tahun mendekam di penjara.
Namun, penjara militer Ketziot Israel mentransfer tahanan tersebut ke penjara Beer Sheva yang terletak tidak jauh dari penjara pertama berdasarkan Undang-Undang Pemenjaraan Kombatan Ilegal.
Al-Waheidi juga menambahkan bahwa Israel menolak membebaskan Munir Abu Diba’ yang masa hukuman 11 tahunnya habis pada bulan Maret lalu. Dia menambahkan, pengadilan militer Israel menolak memulangkan Abu Diba’ karena tidak mempunyai kartu identitas Palestina. Kementerian Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengajukan banding atas keputusan tersebut dan menganggap baik penahanan dan deportasi tersebut ilegal.
Al-Waheidi menyerukan kepada organisasi-organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia agar menekan Israel untuk membebaskan tahanan yang telah menjalani masa “hukuman”, namun tetap ditahan dengan undang-undang Israel tersebut. (dn/mn) www.suaramedia.com


3:24 PM
arviandy_derni's blog
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar