Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 29, 2010

Binatang yang Mengharukan

Sepasang anjing yang 3 kali terpisah dan 3 kali berkumpul lagi
10binatang Sepasang anjing gelandangan yang 3 kali terpisah 3 kali berkumpul kembali lagi
Setahun lalu, dua anak anjing dihanyutkan oleh banjir sampai ke jalan Chongqing, setelah itu anak anjing tersebut menjadi gelandangan di wilayah tersebut dan selalu berada di depan sebuah pemukiman. Dalam satu tahun ini, dua anak anjing tersebut telah tiga kali terpisah, tapi tiga kali mereka berkumpul lagi di depan pintu tersebut dan hidup bersama. “Cinta kasih” sepasangan anjing menggugah penduduk di wilayah tersebut, mereka akhir mengumpulkan dana sebesar 2000 Yuan dan membuat tenda untuk anjing tersebut, setiap hari ada yang bergilir menjaga anak anjing tersebut.
Kata-kata mutiara: saling mencintai dan saling menjaga antara suami istri, berbakti dan saling memperhatikan antara orang tua dan anak, ini adalah keindahan moralitas yang seharusnya dimiliki oleh umat manusia, dalam kehidupan sering kali bisa kehilangan, tetapi pada diri kalian akan tercermin sepenuhnya!
“Lahir kembali” karena luka ditinggalkan oleh pemilik
10binatang-(3) LAHIR KEMBALI luka ditinggalkan oleh pemilik
Seekor anjing di Chengdu yang luka ditabrak mobil ditinggalkan oleh pemiliknya begitu saja, penduduk setempat yang melihatnya kemudian memberi ia makanan dan minuman, bahkan memberi ia sebuah nama “Lahir kembali”. Setiap kali orang memberi ia makanan dan minuman, ia selalu meneteskan air mata. (Harian malam Chengdu 14 Oktober 2008)
Dua ekor enjing setia yang berdedikasi menjaga nenek tua 196 jam --- "maju" dan "baik"
10binatang-(4) Dua ekor enjing setia yang berdedikasi menjaga nenek tua 196 jam --- MAJU dan BAIK
Ketika terjadi gempa bumi di Wenchuan, di Pengzhou ada seorang nenek Wang Yuoqiong yang berumur 60 tahun terkubur di bawah puing, adalah dua ekor "anjing setia" - "maju" dan "baik" yang setiap hari menjilat mulut dan tangannya, bila ia melihat ada orang yang lewat selalu menggonggong kencang, tindakan anjing inilah yang akhirnya membuat nenek tersebut berhasil diselamatkan setelah terkubur 196 jam. (30 Mei 2008 "Guangzhou Daily")
Anjing kecil yang menjaga tuannya yang pingsan dan berkonfrontasi dengan dokter
10binatang-(5) Anak anjing yang menjaga tuanya yang pingsan dan berkonfrontasi dengan dokter
16 April 2008 sore, ada satu orang tua yang pingsan di jalanan di Chongqing, anjing yang dia pelihara menjaga di sampingnya terus. Setelah petugas ambulan tiba, mungkin karena kwatir ada yang akan melukai tuannya, anjing tersebut malah menyerang dokter yang mau memeriksanya; personil ambulans menyiasatinya dengan mengangkat tuan anjing tersebut ke ambulan, namun ia juga tidak tega lepasin dan tetap ikut sampai ke rumah sakit, sejengkal pun tidak mau ia tinggalkan tuannya, selalu di sisinya menjaga dia yang belum siuman.
Anjing kecil berada di pinggir jalan mencoba membangunkan temannya yang tertabrak mati
10binatang-(6) Ia nekad menarik sahabatnya yang mati tertabrak ke pinggir jalan, mencoba menbangunkannya
Sahabatnya ditabrak mobil dan berguling di antara kendaraan yang lewat, ia nekad menarik sahabatnya ke pinggir jalan kemudian duduk di samping menjaganya, menciumnya kelihatannya ia mencoba membangunkan temannya yang kecelakaan….. pelaku adegan ini bukan manusia, tapi adalah seekor anjing biasa ras Beijing bewarna putih! Pada 1 Maret 2008 jam 1, di sebuah jalanan di Tsingtau China terjadi adegan yang menggharukan ini, banyak masyarakat yang nonton di samping terharu di buatnya, bahkan ada yang merasa kasihan dan meneteskan air mata.
Kata-kata mutiara: hubungan perasaan jauh lebih bernilai dari pengejaran materialistis, anjing kecil ini membuat manusia terasa malu.
Kucing jantan yang menunggui kucing betina yang tertabrak mati
10binatang-(7) Kucing jantan yang menunggui kucing betina yang tertabrak mati
Di propinsi Fujian seekor kucing betina ketika menyeberang ditabrak mobil dan mati, kucing jantan yang melihatnya membelai jasadnya terus, ia meratap dan kelihatannya sedih, pemandangan membuat pejalan kaki di sana merasa iba. Menurut informasi keamanan sekitar, kedua ekor kucing tersebut sering kelihatan bersama dan bermain setiap hari, kalihatannya sangat akkrab. (23 Januari, "The Straits Metropolitan")
Penyu yang dilepas 5 kali tidak ingin pergi
10binatang-(8) Penyu yang dilepas 5 kali tidak ingin pergi
7 Februari 2008 di propinsi Sichuan kota Suining, Mr.Yu dan istrinya membeli dua ekor penyu, mereka mau merebusnya dan dimasak kuah untuk nambah kekuatan tubuh orang tuanya. Karena mereka tidak tega membunuhnya, akhirnya penyu itu dilepas begitu saja biar bisa hidup lagi, tapi penyu tersebut 5 kali berpaling tidak ingin meninggalkan mereka.
Anjing gembala yang menarik kereta selama lima tahun demi kakek yang sudah berumur 70-an
10binatang-(9) Anjing gembala yang menarik kereta selama lima tahun demi kakek yang sudah berumur 70-an.
Setiap pagi, di jalanan Kecamatan Xigu Kota Lanzhou, selalu terlihat pemandangan yang unik seperti ini: dua anjing gembala Jerman menarik sebuah kereta roda tiga, di atas kereta ini ada seorang kakek tua yang sudah berumur tujuh puluhan. Setiap sampai ke persimpangan jalan, dua ekor anjing tersebut akan melihat ke kiri dan kanan, bila dilihat kendaraan sudah berhenti mereka baru lewat. Orang tua berkata, dua ekor anjing tersebut adalah ibu dan anak, mereka adalah kesayangannya. (6 Maret 2008 "Lanzhou Morning News")
Burung betina yang menjaga di sisi “kekasihnya”
10binatang-(10) Burung betina yang menjaga di sisi kekasihnya
Di kota Chongging sepasang burung yang saling jatuh cinta, ketika burung jantan mati, burung betina mati-matian menjaga di samping "kekasihnya" beberapa jam, sampai jasadnya diambil oleh petugas karantina. "Ia tampaknya sangat sedih dan putus asa, dalam pantauan ratusan penonton, ia masih setia menunggu, dan seolah-olah berpisah dengan dunia." Walaupun peristiwa ini telah berlalu tiga bulan, namun adegan ini yang masih terekam dalam otak para penonton saat itu, tak sirna.
“Babi kuat” yang ajaib masih hidup setelah gempa kuat
10binatang BABI KUAT yang ajaib masih hidup setelah terkubur 36 hari
Ketika terjadi gempa besar di Propinsi Sichuan, babi di rumah warga Wan Xingming kota Chengdu, terkubur hidup di bawah puing. Setelah 36 hari ternyata ia masih hidup. Fan Jianchuan ketua Museum Jian Chuan kemudian membelinya seharga 3.008 Yuan, dan memberi nama “Sayang 36” nama besarnya " babi kuat ". Fan Jianchuan berencana memeliharanya sampai ia mati secara alami. Fakta kemudian mengungkapkan, di atas loteng kandang babi tertumpuk arang dan berserakan di lantai, saat babi itu lapar, ia makan arang. Sementara itu, ia bergantung pada konsumsi energi dirinya mempertahankan hidup. Setelah gempa bumi beberapa kali turun hujan, oleh sebab itu ia tidak mati kehausan.

Sabtu, April 24, 2010

Sang Anak Teladan Dari China

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun ( tahun 2001 ) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hidup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Ia masih terlalu kecil untuk memikul tanggung jawab yang berat itu, namun ia tetap berjuang.

Ia bersekolah dengan berjalan kaki melewati hutan kecil. Karena tidak sarapan, diperjalanan itu ia makan daun-daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang ia mencoba memakan sejenis jamur atau rumput, sehingga ia tahu mana yang masih bisa diterima lidahnya dan mana yang tidak. Pulang sekolah, ia bekerja membelah batu-batu besar. Upah sebagai tukang batu digunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk ayahnya.

Setiap hari ia menggendong ayahnya kekamar mandi, menyeka dan juga memandikan ayahnya. Ia membeli beras dan membuatkan bubur untuk makan ayahnya. Segala urusan ayahnya lainnya pun ia yang mengerjakannya sendirian. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengobati sang ayah. Ia pun belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Ia mempelajari bagaimana seorang suster memberikan suntikan. Setelah merasa mampu, ia sendiri yang menyuntik ayahnya.

Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa membantu mu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan siapapun, ia hanya berkata, ” Aku hanya ingin Mama ku kembali!.”

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah. Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Ada anak yang sudah sekolah di SD masih disuapi, dan memakai bajupun masih dibantu.

MORAL: Potensi anak sering muncul justru ketika ditempa kesulitan, jika langkah anak selalu dimudahkan maka kreatifvitas dan daya juangnya pun tidak akan tumbuh. Oleh karena itu, ada pepatah mengatakan, ” JANGAN MUDAHKAN HIDUP ANAK HARI INI, UNTUK MENYULITKANNYA DI KEMUDIAN HARI.”

sumber :forum.vivanews.com

Senin, April 19, 2010

Krisis Ekonomi di Zaman Khalifah Umar Bin Khattab

Umat Islam ternyata sejak dari dulu memang sudah tidak asing dengan krisis ekonomi. Setidaknya, sejak zaman Rasulullah, ada dua krisis ekonomi besar yang pernah dicatat oleh buku sejarah Islam.

Pertama, ketika umat Islam diboikot oleh kaum Yahudi dalam masa awal penyebaran Islam. Yang kedua, pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Apa penyebabnya dan bagaimana Khalifah Umar bin Khattab mengentaskannya?

Krisis itu terjadi tepatnya pada tahun 18 hijriah. Peristiwa besar ini kemudian disebut "Krisis Tahun Ramadah". Saat itu di daerah-daerah terjadi kekeringan yang mengakibatkan banyak orang dan binatang yang mati. Orang-orang pun banyak yang menggali lubang tikus untuk mengeluarkan apa yang ada di dalmnya—saking langkanya makanan.

Khalifah Umar yang berkulit putih, saat itu terlihat hitam. Ia pun berdoa: "Ya Allah, jangan Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad pada tanganku dan di dalam kepemimpinanku."

Beliau juga berkata kepada rakyatnya: "Sesungguhnya bencana disebabkan banyaknya perzinaan, dan kemarau panjang disebabkan para hakim yang buruk dan para pemimpin yang zalim... Carilah ridha Tuhan kalian dan bertobatlah serta berbuatlah kebaikan".

Dalam kondisi semacam ini, Umar bin Khattab memperlihatkan kepedulian seorang pemimpin umat, yang tentu menjadi teladan berharga bagi generasi berikutnya. Selama masa krisis, beliau tidak pernah mau makan di rumah salah satu putranya, bahkan makan bersama salah satu istri tercinta sekalipun. Umar juga bersumpah untuk tidak makan keju dan roti yang merupakan makanan favoritnya.

Kepedulian terhadap penderitaan rakyat bukan hanya milik pribadi Umar. Semua anggota keluarganya pun harus menunjukkan hal yang sama. Maka, ketika anaknya yang masih kecil memegang sepotong semangka, Umar menegurnya, ”Bagus, wahai putra Amirul Mukminin! Kamu makan buah-buahan, sedangkan umat Muhammad mati kelaparan.”

Tidak lama kemudian berbagai krisis tersebut segera diatasi. Saking sejahteranya, tiap bayi yang lahir pada tahun ke-1, mendapat insentif 100 dirham (1 dirham perak kini sekitar Rp. 30 ribu, tahun ke-2 mednapatkan 200 dirham, dan seterusnya. Gaji guru pun per bulan mencapai 15 dinar (1 dinar emas kini sekitar Rp 1,5 juta).

Pada tahun 20 hijriah, khalifah Umar juga mencetak mata uang dirham perak dengan ornamen Islami. Ia mencantuman kalimah thayibah, setelah sblmnya umat Islam menggunakan dirham dari Persia yang di dalamnya terdapat gambar raja-raja Persia.

Adapun pencetakan dinar emas berornamen Islami diberlakukan pada masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 75 hijrah. (sa/Sumber: Al-Fiqh al-Iqtishadi li Amir al-Mukminin Umar Ibn Khathab")

Tidakkah sebaiknya pemimpin dan rakyat negeri ini meneladani Umar untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang tidak kunjung usai ini.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | LunarPages Coupon Code